Laporan Praktikum Ekologi Hutan Analisis Vegetasi Metode Kuadrat
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HUTAN ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAT
ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAT
Tujuan
• Mengetahui struktur kuantitatif komunitas pohon bedasarkan spesies penyusun dan INP-nyaDasar Teori
Analisis vegetasi merupakan cara yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar sebaran banyak sekali spesies dalam suatu area melaui pengamatan langsung. Analisis vegetasi dilakukan dengan menciptakan plot dan mengamati morfologi serta identifikasi vegetasi yang ada. Kehadiran vegetasi pada suatu landscape akan memperlihatkan dampak positif bagi keseimbangan ekosistem dalam skala yang lebih luas. Secara umum peranan vegetasi dalam suatu ekosistem terkait dengan pengaturan keseimbangan karbon dioksida dan oksigen dalam udara, perbaikan sifat fisik, kimia dan biologis tanah, pengaturan tata air tanah dan lain-lain. Meskipun secara umum kehadiran vegetasi pada suatu area memperlihatkan dampak positif, tetapi pengaruhnya bervariasi tergantung pada struktur dan komposisi vegetasi yang tumbuh pada daerah itu. Pada umumnya analisis vegetasi dibedakan atas analisis vegetasi kualitatif dan kuantitatif (Surasana, 1990).Bentuk petak pola yang dibentuk tergantung pada bentuk morfologis vegetasi dan efisiensi sampling pola penyebarannya. Misalnya untuk vegetasi rendah, petak pola berbentuk bundar lebih menguntungkan alasannya yaitu pembuatan petaknya sanggup dilakukan secara gampang dengan mengaitkan seutas tali pada titik sentra petak. Selain itu, petak pola berbentuk bundar akan mcmberikan kesalahan sampling yang lebih kecil daripada bentuk petak lainnya alasannya yaitu perbandingan panjang tepi dengan luasnya lebih kecil. Tetapi dari segi pola distribusi vegetasi, petak berbentuk bundar ini kurang efisien dibanding bentuk segiempat. Sehubungan dengan efisiensi sampling banyak studi yang dilakukan memperlihatkan bahwa petak bentuk segiempat memperlihatkan data komposisi vegetasi yang lebih akurat dibanding petak berbentuk bujur kandang yang berukuran sama, terutama bila sumbu panjang dari petak tersebut sejajar dengan arah perubahan keadaan lingkungan atau habitat. Pada umumnya dilakukan jikalau hanya vegetasi tingkat tumbuhan saja yang menjadi materi penelitian, metode kuadrat lebih dipakai alasannya yaitu dengan metode tersebut lebih gampang dan lebih cepat dipakai untuk mengetahui komposisi, dominansi vegetasi dan menaksir volumenya (Kusmana. 1997).
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup tolong-menolong pada suatu tempat. Dalam prosedur kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Marsono, 1977).
Baca Juga : Laporan Praktikum Ekologi Hutan Analisis Vegetasi Metode Kuadran
Plot sampel yang permanen telah terbukti sangat bermanfaat untuk menginvetarisir spesies flora dan memonitor dinamika hutan dalam suatu rentang. Inventarisasi kuantitatif dengan memakai plot sampel permanen (PSP) juga telah banyak diterapkan di hutan-hutan di Indonesia, akan tetapi sebagian merupakan info yang sangat penting dalam perencanaan aktivitas administrasi dan restorasi tempat hutan (Sutomo, 2012).
Sistem analisis pada praktikum ini yaitu dengan metode kuadrat: Keragaman spesies sanggup diambil untuk menanadai jumlah spesies dalam suatu daerah tertentu atau sebagai jumlah spesies diantara jumlah total individu dari seluruh spesies yang ada. Hubungan ini sanggup dinyatakan secara numeric sebagai indeks keragaman atau indeks nilai penting. Jumlah spesies dalam suatu komunitas yaitu penting dari segi ekologi alasannya yaitu keragaman spesies sepertinya bertambah bila komunitas menjadi makin stabil (Michael, 1995).
Alat dan Bahan
Alat:
1. Kompas2. Tali
3. Meteran kecil
4. Alat tulis
5. Kertas
Bahan:
1. Komunitas flora spesies pohon berdiameter ≥ 10 cm (keliling ≥ 31,4)Cara Kerja
1. Lokasi kuadrat yang akan dipakai untuk lokasi pengamatan ditentukan secara sistematik.2. Empat buat petak ukur dengan ukuran 10 m x 10 m dibentuk secara berurutan.
3. Dalam setiap kuadrat atau petak ukur, setiap spesies pohon berdiameter > 10 cm (keliling 31,4 cm) diidentifikasi namanya dan diukur keliling setinggi dada.
4. Pada dikala yang sama, jumlah spesies kumulatif dicatat.
5. Setelah jumlah spesies kumulatif tidak mengalami perubahan secara faktual atau tidak ada lagi kuadrat yang sanggup dibuat, pengambilan data dihentikan.
6. Keliling setinggi dada lalu diubah menjadi LBDS dengan rumus LBDS = (keliling)2 / 4phi
7. Kemudian dilakukan perhitungan untuk mendapat INP tiap jenisnya
Daftar Pustaka
Kusmana, C. 1997. Metode Survey Vegetasi. PT Penerbit Institut Pertanian Bogor. BogorMarsono, DJ. 1977. Deskripsi Vegetasi dan Tipe-tipe Vegetasi Tropika. Yayasan Pembina Fakultas Kehutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Michael, P.1994. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Lapangan dan Laboratorium. UI Press. Jakarta.
Surasana, Syafei Eden. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. ITB. Bandung.
Sutomo. 2012. Studi Awal Komposisi dan Dinamik Vegetasi Pohon Hutan Gunung Pohen Cagar Alam Batu Gahu Bali. Jurnal Bumi Lestari, Volume. 12 No. UPT-BKT Kebun Raya “Eka Kaya”
Sumber http://sangkualita.blogspot.com
0 Response to "Laporan Praktikum Ekologi Hutan Analisis Vegetasi Metode Kuadrat"
Posting Komentar