Laporan Praktikum Ekologi Hutan Analisis Vegetasi Metode Kuadran
LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HUTAN ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAN
ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAN
Tujuan
• Mengetahui struktur kuantitatif komunitas pohon bedasarkan spesies penyusun dan INP-nyaDasar Teori
Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi. Dalam ekologi hutan, satuan vegetasi yang dipelajari atau diselidiki berupa komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi kasatmata dari semua spesies tetumbuhan yang menempati suatu habitat. Oleh alasannya ialah itu, tujuan yang ingin dicapai dalam analisis komunitas ialah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari (Tjitrosoepomo, 2002).Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bahu-membahu pada suatu tempat. Dalam prosedur kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Marsono, 1977).
Untuk mempelajari komposisi vegetasi perlu dilakukan pembuatan petak-petak pengmatan yang sifatnya permanen atau sementara. petak-petak tersebut sanggup berupa petak tunggal, petak ganda ataupun berbentuk jalur atau dengan metode tanpa petak. Pada komunitas dianalisis dengan metode ordinasi, pengambilan sample plot sanggup dilakukan dengan random, sistematik atau secara subyektif atau faktor gradien lingkungan tertentu (Jumin, 1992).
Baca Juga : Laporan Praktikum Ekologi Hutan Analisis Vegetasi Metode Line Intercept
Metode kuadran ialah salah satu metode yang tidak memakai petak pola (plotless) metode ini sangat baik untuk menduga komunitas yang berbentuk pohon dan tiang, misalnya vegetasi hutan. Apabila diameter tersebut lebih besar atau sama dengan 20 cm maka disebut pohon, dan jikalau diameter tersebut antara 10-20 cm maka disebut pole (tihang), dan jikalau tinggi pohon 2,5 m hingga diameter 10 cm disebut saling atau belta (pancang) dan mulai anakan hingga pohon setinggi 2,5 meter disebut seedling (anakan/semai) (Syafei, 1990).
Cara ini terdiri dari suatu seri titik-titik yang telah ditentukan di lapang, dengan letak sanggup tersebar secara random atau merupakan garis lurus (berupa gugusan titik-titik). Umumnya dilakukan dengan susunan titik-titik menurut garis lurus yang searah dengan mata angin (arah kompas).Titik sentra kuadran ialah titik yang membatasi garis transek setiap jarak 10 m (Polunin, 1990).
Alat dan Bahan
Alat
1. Kompas2. Tali
3. Meteran kecil
4. Alat tulis
5. Kertas
Bahan
1. Komunitas tumbuhan spesies pohon berdiameter ≥ 10 cm (keliling ≥ 31,4)Cara Kerja
Dimulai dari menciptakan transek pada wilayah yang mau diambil datanya, kemudian dibentuk titik-titik pengamatan dengan garis yang sama, kemudian menciptakan pengamatan pada keempat kuadran, pada setiap kuadran, memilih pohon terdekat pada tiap titik pada tiap kuadran, poho tersebut diidentifikasi dan dicatat keliling serta jaraknya.
Daftar Pustaka
Jumin, Hasan Basri. 1992. Ekologi Tanaman. Rajawali Press: JakartaMarsono, DJ. 1977. Diskripsi Vegetasi dan Tipe-tipe Vegetasi Tropika. Yayasan. Pembina Fakultas Kahutanan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Polunin, N. 1990. Ilmu Lingkungan dan Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Syafei, Eden Surasana. 1990. Pengantar Ekologi Tumbuhan. ITB: Bandung.
Tjitrosoepomo, G. 2002. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
0 Response to "Laporan Praktikum Ekologi Hutan Analisis Vegetasi Metode Kuadran"
Posting Komentar