-->

iklan banner

Laporan Praktikum Ekologi Hutan Pengukuran Diversitas Spesies

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI HUTAN
PENGUKURAN DIVERSITAS SPESIES


PENGUKURAN DIVERSITAS SPESIES


Tujuan

Menghitung indeks Simpson dan indeks Shannon komunitas pohon.

Dasar Teori

Keanekaragaman jenis mempunyai pengertian berapa jumlah jenis tumbuhan yang terdapat di dalam satu komunitas. Di alam, kita akan menemukan jenis populasi tumbuhan tertentu sangat dominan, sedangkan jenis yang lain jarang. Untuk memudahkan pengukuran tingkat keanekaragaman jenis tumbuhan dibentuk hipotesa menurut kerapatan populasi di dalam komunitas. Misal, dua komunitas tumbuhan sama-sama mempunyai 5 jenis tumbuhan dengan jumlah individu yang sama pula. Komunitas pertama, satu jenis populasi sangat dominan, empat jenis yang lain sangat jarang. Ini berarti tingkat keanekaragaman jenisnya rendah. Komunitas kedua, lima jenis populasi mempunyai kerapatan yang sama besar. Ini berarti tingkat keanekaragaman jenisnya tinggi (Indriyanto, 2008).

Indeks Keanekaragaman dipakai untuk mengetahui keanekaragaman hayati biota yang diteliti. Pada prinsipnya, nilai indeks makin tinggi, berarti komunitas diperairan itu makin bermacam-macam dan tidak didominasi oleh satu atau lebih dari takson yang ada. Umumnya, jenis perhitungan Indeks Keanekaragaman untuk plankton dipakai rumus Simpson, dan untuk benthos yaitu rumus Shannon & Wiener.Berdasarkan hasil perhitungan indeks keanekaragaman biota air, sanggup diketahui secara umum mengenai status mutu air secara biologis. Kriteria untuk plankton, apabila indeks keanekaragaman Simpson lebih kecil dari 0,6, menunjukkan bahwa telah terjadi perturbasi (gangguan) dari kualitas air terhadap kehidupan plankton (Odum, 1993).

Suatu komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman yang tinggi jikalau komunitas tersebut disusun oleh banyak spesies dengan kelimpahan spesies sama dan hampir sama. Sebaliknya jikalau suatu komunitas disusun oleh sedikit spesies dan jikalau hanya sedikit spesies yang mayoritas maka keanekaragaman jenisnya rendah. Keanekaragaman yang tinggi menunjukkan bahwa suatu komunitas mempunyai kompleksitas yang tinggi. Komunitas yang renta dan stabil akan mempunyai keanekaragaman jenis yang tinggi. Sedangkan suatu komunitas yang sedang berkembang pada tingkat suksesi mempunyai jumlah jenis rendah daripada komunitas yang sudah mencapai klimaks. Komunitas yang mempunyai keanekaragaman yang tinggi lebih tidak gampang terganggu oleh efek lingkungan. Kaprikornus dalam suatu komunitas dimana keanekaragamannya tinggi akan terjadi interaksi spesies yang melibatkan transfer energi, predasi, kompetisi dan niche yang lebih kompleks (Umar, 2013).

Baca Juga : Laporan Praktikum Ekologi Hutan Diagram Profil Hutan

Keanekaragaman hayati tumbuh dan berkembang dari keanekaragaman jenis, keanekaragaman genetis, dan keanekaragaman ekosistem. Karena ketiga  keanekaragaman ini saling kait-mengkait dan tidak terpisahkan, maka dipandang sebagai satu keseluruhan (totalitas) yaitu keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati menunjukkan adanya banyak sekali macam variasi bentuk, penampilan, jumlah dan sifat yang terlihat pada banyak sekali tingkat gen, tingkat jenis dan tingkat ekosistem (Wolf, 1992).

Keanekaragaman kecil terdapat pada komunitas yang terdapat pada tempat dengan lingkungan yang ekstrim, contohnya tempat kering, tanah miskin dan pegunungan tinggi. Sementara itu, keanekaragaman yang tinggi terdapat di tempat dengan lingkungan optimum. Hutan tropika yaitu teladan komunitas yang mempunyai keanekaragaman yang tinggi. Sementara andal ekologi beropini bahwa komunitas yang mempunyai keanekaragaman yang tinggi, menyerupai dicontohkan dengan hutan itu mempunyai keanekaragaman yang tinggi itu stabil. Tetapi ada juga andal yang beropini sebaliknya, bahwa keanekaragaman tidak selalu berarti stabilitas. Kedua pendapat ini ditopang oleh argumen-argumne ekologi yang masuk akal, masing-masing ada benarnya dan ada kelemahannya (Rososoedarmo, 1990).

Alat dan Bahan

Alat:

1. Tali
2. Meteran/roll meter
3. Kompas
4. Kertas
5. Alat tulis

Bahan:

1. data analisis vegetasi metode kuadrat.

Cara Kerja

Data dari analisis metode kuadrat dipakai kembali, data tersebut dikompilasi sub A dan sub B, dicari jenis dan jumlah spesies, kemudian diolah ke indeks diversitas (simpsons dan shannon),

Daftar Pustaka

Indriyanto. 2008. Ekologi Hutan. Bumi Aksara, Jakarta.
Odum, Eugene., 1993. Dasar-dasar Ekologi. Gadjah Mada University press, Yogyakarta.
Resosoedarmo, Soedjiran, 1990, Pengantar Ekologi, PT Remaja Rosdakarya, Jakarta.
Umar, R., 2013. Penuntun Praktikum Ekologi Umum. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Wolf, L., 1992, Ekologi Umum,  Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.


Sumber http://sangkualita.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Laporan Praktikum Ekologi Hutan Pengukuran Diversitas Spesies"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel