Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Teknik Pemeliharaan Flora Muda
Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Teknik Pemeliharaan Tanaman Muda
Tujuan
- Melatih mahasiswa untuk memahami dan melaksanakan acara Prunning pada tumbuhan muda.
- Melatih mahasiswa untuk memahami dan melaksanakan acara Penjarangan pada tumbuhan muda.
Alat dan Bahan
- Tali berukuran panjang minimal 20 m
- Meteran
- Hagameter
- Alat ukur keliling/diameter tape
- Kompas
- Alat tulis
- Alat untuk prunning
- Tegakan Jati
Cara Kerja
Prunning
- Bekerja dalam tim , buatlah petak ukur (PU) 20 x 20 m , sebanyak 3 buah.
- Masing – masing pertukan berupa pruning rendah (1/3 tinggi tujuk) , pruning tengah (1/2 tinggi tajuk ) , pruning tinggi (2/3 tinggi tajuk ) dan kontrol (tidak di pruning)
- Ukur diameter batang pokoknya setinggi (dbh) 1,3 m , tinggi tbc (sebelum dan sehabis pruning ) dan tinggi total tanaman
Penjarangan
- Bekerja dalam tim , buatlah petak ukur (PU) 20x20 m ,sebanyak 3 buah
- Masing – masing perlakuan berupa penjarangan 50% , penjarangan 25%, penjarangan 75% dan tidak dijarangi (kontrol)
- Ukuran diameter batang pokoknya setinggi (dbh) 1,3 m ,tinggi tbc ,dan tinggi total tanaman.
Tinjauan Pustaka
Kegiatan penanaman bibit yang siap tanam pada lokasi penanaman merupakan tahap acara pembangunan hutan yang sangat penting alasannya memilih tingkat keberhasilan dalam pembangunan hutan. Akan tetapi, sehabis penanaman dilakukan, perlu adanya suatu tindakan guna menjaga keberlangsungan dan kualitas hidup bibit yang ditanam yaitu pemeliharaan tumbuhan muda. Pemeliharaan tumbuhan muda dilaksanakan pada seluruh tumbuhan yang gres tanam pada lokasi penanaman yaitu ketika usia bibit sudah mencapai sekitar enam bulan dengan maksud untuk meningkatkan kualitas, pertumbuhan, dan persen hidup tumbuhan yang ditanam (BPTH Sulawesi, 2008). Dengan demikian, maka semua tindakan pemeliharaan yang dilakukan dalam acara ini ditujukan untuk membuat kondisi lingkungan dan tempat tumbuh yang optimal bagi produktivitas dan kualitas tanaman. Sedangkan produktivitas tumbuhan lebih cenderung ditentukan oleh sifat genetik tumbuhan itu sendiri.Kegiatan pemeliharaan terdiri dari pemeliharaan tumbuhan muda dan pemeliharaan tegakan. Pemeliharaan tumbuhan muda dilakukan mulai bibit jawaban ditanam di lapangan hingga tumbuhan mencapai kondisi tegakan yaitu keadaan dimana pohon-pohonnya telah saling mensugesti satu sama lain, baik tajuk maupun perakarannya (umur 3–5 tahun). Pemeliharaan tegakan dilakukan sehabis tegakan terbentuk hingga tegakan siap ditebang. Pekerjaan pemeliharaan tumbuhan muda sanggup berupa penyulaman, penyiangan, pendangiran dan pembebasan gulma serta tumbuhan pengganggu lainnya. Kegiatan pemeliharaan tumbuhan muda juga sanggup berupa pemupukan tanaman. Pekerjaan pemeliharaan tegakan sanggup berupa pembebasan tumbuhan pengganggu, pemangkasan cabang dan pemeliharaan. Pembebasan tumbuhan pengganggu dilakukan pada jalur tumbuhan pokok sehingga tumbuhan pokok menerima kesempatan tumbuh secara baik. Pemangkasan cabang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas batang melalui peningkatan ukuran panjang batang bebas cabang. Sedangkan acara penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk membuat ruang tumbuh yang optimal sehingga pertumbuhan pohon-pohon tertinggal sanggup berlangsung secara maksimal. Kegiatan Pemeliharaan Tanaman Hutan dilakukan guna membuat tegakan hutan yang berpotensi tinggi pada ketika masa tebas dan guna menjaga kesuburan tanah serta kelestarian lingkungan. Pemeliharaan hutan sanggup berupa pemangkasan tumbuhan sela, pemangkasan cabang tumbuhan pokok, penyiangan, penjarangan tumbuhan pokok, derma hutan dari hama/ penyakit serta pencegahan gangguan penggembalaan, kebakaran dan lain-lain. Untuk memanfaatkan ruang hidup dalam hutan secara optimal, dibentuk tabel perhitungan jumlah pohon yang harus ada (tetap hidup) dalam tiap hektar daerah hutan, pada umur pohon serta dalam tingkat kesuburan tanah tertentu. Kaprikornus secara periodik jumlah pohon terus dikurangi (dilakukan penjarangan) untuk memberi ruang hidup yang lebih baik pohon-pohon tinggal tersebut. Pemeliharaan tumbuhan hutan yang diselenggarakan dengan tertib dan baik sanggup meningkatkan riap (pertambahan volume kayu) pohon yang tumbuh/tetap tinggal, pengaturan tata ruang lingkungan hidup secara efektif, pengadaan standing stock yang optimal melalui sebaran kelas umur dan kelas diameter pohon. Disamping pemeliharaan tanaman, kiprah yang tidak kalah penting supaya hutan tetap lestari yaitu menjaga gangguan keamanan hutan (BPTH Sulawesi, 2009).
Daftar Pustaka
BPTH Sulawesi. 2008. Pemeliharaan Demo Plot Stand Nyatoh Tahun I di Kab. Minahasa Selatan, Prov. Sulawesi Utara. Makassar: Balai Perbenihan Tanaman Hutan-Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara.BPTH Sulawesi. 2009. Rencana Kerja Pemeliharaan Tegakan Benih Semai Nyatoh (Palaquium sp.) di Kab. Minahasa Selatan, Prov. Sulawesi Utara. Makassar: Balai Perbenihan Tanaman Hutan-Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara.
0 Response to "Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Teknik Pemeliharaan Flora Muda"
Posting Komentar