-->

iklan banner

Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Kesesuaian Jenis Flora Dengan Tapak

Laporan Praktikum Teknik Silvikultur
Kesesuaian Jenis Tanaman Dengan Tapak


Tujuan


  • Untuk melatih para mahasiswa biar mengetahui dan memahami kesesuaian jenis flora dengan tapak sebagai salah satu penentuan pemilihan jenis untuk aktivitas penanaman.


Alat dan Bahan

a. Hagameter
b. Diameter tepe
c. Kompas
d. Meteran
e. pH meter
f. Cangkul
g. Thermometer

Cara Kerja

a. Buatlah petak ukur 20x20 m2 (utara – selatan)
b. Ukurlah tinggi dan diameter jenis yang ada pada petak ukur
c. Amati dan isilah data komponen penilaian kesesuaian jenis dengan lahan
d. Lengkapi data dengan data sekunder yang telah ada
e. Analisis dan klasifikasikan data berdasarkan pada table persyaratan tumbuh jenisbtanman yang di amati (studi pustaka)
f. Tentukan tingkat kesesuaian jenis dengan tapak .
g. Berikan pembahasan / argumentasi pengklasifikasian jenis tersebut

Tinjauan Pustaka

Struktur pembagian terstruktur mengenai kesesuaian lahan berdasarkan kerangka kerja FAO 1976 dalam Rayes (2007) yaitu terdiri dari 4 kategori sebagai berikut:
(1) Ordo (Order): memperlihatkan keadaan kesesuaian secara umum.
(2) Klas (Class) : memperlihatkan tingkat kesesuaian dalam ordo.
(3) Sub-Klas : memperlihatkan keadaan tingkatan dalam kelas yang didasarkan pada jenis pembatas atau macam perbaikan yang dibutuhkan dalam kelas.
(4) Satuan (Unit): memperlihatkan tingkatan dalam sub-kelas didasarkan pada perbedaan-perbedaan kecil yang kuat dalam pengelolaannya.

Evaluasi kesesuian lahan merupakan citra tingkat kecocokan lahan untuk penggunaan tertentu (Sitorus, 1998).  Menurut Husein (1981), penilaian lahan merupakan perjuangan untuk mengelompokkan tanah-tanah tertentu sesuai dengan kebutuhan tanaman.  Kelas kesesuian lahan untuk suatu areal sanggup berbeda diubahsuaikan dengan penggunaan lahan yang sedang dipertimbangkan.

Selanjutnya Sitorus (1998) menuliskan bahwa penilaian lahan merupakan proses pendugaan potensi sumber daya lahan untuk majemuk kegunaan dengan cara membandingkan persyaratan yang dibutuhkan untuk penggunaan lahan dengan sifat sumber daya yang ada pada lahan tersebut.  Fungsi aktivitas penilaian lahan yaitu untuk memperlihatkan pengertian perihal korelasi antara kondisi lahan dengan penggunaannya, dan memperlihatkan kepada perencana hasil perbandingan dan alternatif pilihan penggunaan yang nantinya diharapkan akan berhasil.
Pendekatan pembatas yaitu program untuk menyatakan kondisi lahan atau karakteristik lahan pada tingkat kelas, dimana metode ini membagi lahan berdasarkan jumlah dan intensitas pembatas lahan.  Pembatas lahan merupakan penyimpangan dari kondisi optimal karakteristik dan kualitas lahan yang memperlihatkan imbas jelek untuk banyak sekali penggunaan lahan (Notohadiprawiro, 1991).

Metode ini membagi tingkat pembatas suatu lahan ke dalam empat tingkatan, yaitu :
a. 0 (tanpa pembatas), digolongkan ke dalam S1
b. 1 (pembatas ringan), digolongkan ke dalam S1
c. 2 (pembatas sedang), digolongkan ke dalam S2
d. 3 (pembatas berat), digolongkan ke dalam S3
e. 4 (pembatas sangat berat), digolongkan ke dalam kelas N1 dan N2

Daftar pustaka

Notohadiprawiro, Tejoyuwono. 1991. Kemampuan dan Kesesuaian Lahan: Pengertian dan Penetapannya. Makalah. Lokakarya Neraca Sumberdaya Alam Nasional. DRN Kelompik II. Bogor: Bakosurtanal.
Rayes, M. L. 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Penerbit Andi Yogyakarta. Yogyakarta.
Sitorus, Santan R.P. (1985). Evaluasi Sumberdaya Lahan. PT. Tarsito, Bandung



Sumber http://sangkualita.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Kesesuaian Jenis Flora Dengan Tapak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel