-->

iklan banner

Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Evaluasi Mutu Bibit Siap Tanam

Laporan Praktikum Teknik Silvikultur 
Penilaian Mutu Bibit Siap Tanam


Tujuan


  1. Untuk melatih mahasiswa semoga memahami tahapan dan komponen acara persemaian dalam proses pengadaan bibit mulai dari benih sampai menghasilkan bibit yang siap tanam di lapangan.
  2. Untuk memperlihatkan pemahaman bahwa acara di persemaian merupakan acara awal dari acara penanaman hutan dan merupakan kunci untuk mencapai keberhasilan penanaman hutan.


Alat dan Bahan


  • Kaliper
  • Penggaris
  • Alat tulis
  • Tally sheet
  • Bibit siap tanam banyak sekali tumbuhan kehutanan


Cara Kerja


  1. Jumlah sampel bibit didasarkan pada jumlah bibit yang akan dinilai yang akan dinilai:
  2. Pada masing – masing contoh bibit tersebut dilakukan investigasi terhadap : syarat umum kemudian hitung % bibit normal ,% bibit tidak batang ganda , % bibit tidak sehat dan % bibit berkayu. Kemudian syarat khusus kemudian hitung % bibit yang tinggi memenuhi standar, % bibit yang diameternya memenuhi standar, %bibit yang jumlah daunnya atau nilai LCR memenuhi standar dan rata-rata persyaratan khusus.
  3. Penetapan standar mutu, mutu pertama/mutu kedua /mutu afkir.


Tinjauan Pustaka

Bibit ialah tumbuhan muda, atau materi tumbuhan atau bagiannya yang dipakai untuk memperbanyak dan atau membuatkan tumbuhan baik yang berasal dari materi generatif (benih) atau materi vegetatif. Dalam melakukan pembangunan hutan tumbuhan dan rehabilitasi areal hutan bekas tebangan, dibutuhkan jumlah bibit yang sangat besar. Kebutuhan tersebut setiap tahun terus meningkat, dengan meningkatnya areal yang harus ditanami. Rendahnya mutu bibit akan berakibat rendah pula mutu tegakan hutan yang tumbuh dikemudian hari. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pembangunan hutan ialah tersedianya bibit yang berkualitas dalam jumlah cukup dan waktu yang tepat. Untuk memperoleh bibit yang berkualitas diharapkan kriteria-kriteria sebagai pola pengada dan pengedar dalam memproduksi bibit. Selanjutnya menurut kriteria tersebut, sebelum bibit beredar untuk ditanam perlu dilakukan pengujian mutu/kualitas bibit.

Penetapan standar kualitas/mutu fisik-fisiologis bibit menurut hasil evaluasi syarat umum dan syarat khusus.

Syarat Umum

Bibit harus berasal dari benih bermutu dengan bentuk kokoh, tegar, batang tunggal lurus dan utuh, sehat, serta pangkal batang berkayu (disebut juga sebagai bibit normal).

Syarat Khusus

Berdasarkan parameter kekompakan media, tinggi bibit, diameter batang bibit, nilai kekokohan bibit, jumlah dan warna daun. (Indrawan, 1998)

Kualitas bibit yang baik akan memilih pertumbuhan dari tumbuhan tersebut. Selain dari kualitas itu sendiri penyeleksian bibit yang akan ditanam juga mensugesti keseragaman tumbuh pada areal penanaman. Faktor lain yang mensugesti dari pertumbuhan bibit itu sendiri antara lain cara penanaman itu sendiri (Smith et al, 1997).

Mutu bibit menurut (Nyland, 1996) terdiri dari mutu genetik dan mutu didasarkan atas morfologinya. Mutu morfologi sanggup dinilai menurut atas:
1. Tinggi bibit, bibit sanggup ditanam di lapangan jikalau telah mencapai tinggi 30-50 cm
2. Diameter bibit, untuk bibit dengan ukuran tinggi 30-50 cm diameter bibit telah mencapai minimum 0.5 cm.
3. Kekokohn (perbandingan antara tinggi dan diameter bibit)
4. Kelurusan batang bibit, dalam satu bedeng sapih sering ditemukan bibit-bibit yang tidak lurus akhir pengaturan polybag yang miring
5. Dormansi pucuk, bibit dengan pucuk yang dorman memilki kemampuan hidup dilapangan yang lebih tinggi jikalau dibandingkan dengan bibit yang bab pucuknya sekulen
6. Batang telah berkayu, bibit dengan batang yang berkayu memilki kemampuan hidup yang tinggi dilapangan.
7. Ada tidaknya akar yang menembus polybag, jikalau banyak yang tumbuh di luar polybag akan menjadikan maut bibit dikala akan dicabut.
8. Ada tidaknya mikoriza, untuk ektomokoriza hal ini ditandai dengan adanya miselia yang berwarna putih atau kuning dipermukaan media sapih jikalau polybag dibuka
9. Ada tidaknya hama penyakit.


Daftar Pustaka

Indrawan, A. 1998. Sejarah Perkembangan Sistem Silvikultur Di Indonesia. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Nyland, R. D. 1996. Silviculture: Concepts and Applications. The McGraw – Hill Companies, Inc
Smith, D. M, Larson, B. C, Kelty, M. J and P. M. S Asthon. 1997. The Practice of Silviculture. IX edition, John Wiley & Sons.



Sumber http://sangkualita.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Evaluasi Mutu Bibit Siap Tanam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel