-->

iklan banner

Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Tumpangsari Di Hutan Tanaman Kayu Putih

Laporan Praktikum Teknik Silvikultur 
Tumpangsari Di Hutan Tanaman Kayu Putih


Tujuan


  • Mengidentifikasi tumpangsari kayu putih yang berkembang menurut sistem pertanamannya.
  • Mengidentifikasi penemuan tumpangsari kayu putih.
  • Mengetahui status tegakan kayu putih
  • Mengidentifikasi faktor pembatas tumpangsari kayu putih.
  • Merancang rumusan penyelesaian dari problematika tumpangsari kayu putih.


Alat dan Bahan


  1. Alat
  2. Rol meter
  3. Alat tulis
  4. Hagameter
  5. Tegakan kayu putih sumber benih dan operasional


Cara Kerja


  1. Dibuat petak ukur 20m x 20m
  2. Untuk semua pohon kayu putih diukur diameter dan tingginya kemudian dicatat.
  3. Dihitung jumlah dan jenis tumbuhan tumpangsari dan tumbuhan selanya kemudian dicatat


Tinjauan Pustaka

Produksi tumbuhan sanggup ditingkatkan secara optimal. Beberapa upaya yangdapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tumbuhan yaitu melalui defoliasi,introduksi tumbuhan pakan leguminosa, pemupukan, dan pengaturan populasi yangtepat. Ketersediaan lahan merupakan faktor lingkungan yang sanggup menjadi faktor  pembatas pertumbuhan dan produksi tanaman. Selain cara tersebut, untuk meningkatkan produktivitas lahan, khususnya pada lahan kering sanggup dilakukanmelalui pertanaman secara tumpangsari, alasannya pertanaman secara tumpangsari padalahan kering sanggup memelihara kelembaban dan kadar air tanah serta mengurangierosi dan meningkatkan kesuburan tanah.

Pertanaman tumpangsari merupakan penanaman dua jenis tumbuhan rumput danlegum atau lebih secara selektif, yang sanggup tumbuh dan berproduksi dengan baik sehingga bisa meningkatkan kualitas hijauan (Bahar, 2009). Penanaman tumpangsari perlu memperhatikan beberapa faktor, diantaranya ketersediaan air,kesuburan tanah, sinar matahari dan hama/penyakit (Catharina, 2009). Pola tanamtumpangsari dipakai untuk meningkatkan produksi hijauan berkualitas denganmemanfaatkan lahan secara efisien, penanaman tumpangsari antara leguminosadengan jagung bisa meningkatkan produksi hijauan pakan (Ella dan Nurhayu,2010). Hasil penelitian Ibrahim (2010), pertanaman adonan rumput dan legummenggunakan estimasi dua kali defoliasi memperlihatkan peningkatan produksi hijauan.Pengembangan sistem pertanaman adonan antara legum dengan tumbuhan pangandapat memperbaiki kondisi lingkungan dan ekosistem alasannya sanggup meningkatkankesuburan tanah (Padmowidjoto, 2006).

Sistem pertanaman tumpangsari bertujuan memperoleh kombinasi tanamanyang sesuai, kepadatan populasi tanaman, dan mengetahui cara pemupukan yangoptimal. Pola tanam tumpangsari umumnya untuk mengetahui pemanfaatan cahaya,air, dan hara. Produktivitas lahan pada sistem tumpangsari dihitung menurut Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL). Keuntungan contoh tanam tumpangsari diantaranya populasi tumbuhan sanggup diatur, efisiensi pemanfaatan lahan, dan sanggup menekanserangan hama serta penyakit.


Daftar Pustaka

Bahar, S. 2009. Introdusksi rumput dan leguminosa untuk pakan ternak pada banyak sekali tipe lahan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Makassar, SulawesiSelatan. Buletin Ilmu Peternakan dan Perikanan13(1) : 54-61
Catharina, T. S. 2009. Respon tumbuhan jagung pada sistem monokultur dengantumpangsari kacang-kacangan terhadap ketersediaan unsure hara N dan nilaikesetaraan lahan di lahan kering. Fakultas Pertanian Universitas Maraswati,Mataram. Ganec Swara Edisi Khusus3(3) : 17-21.
Ella, A., dan A. Nurhayu. 2010. Kemampuan daya dukung hijauan pakan ternak ( Flemengia congesta dan Desmodium rensonii) pada contoh tanam tumpangsaridengan tumbuhan jagung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian SulawesiSelatan, Makasar. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner: 422-427
Ibrahim, T. M. 2010. Seleksi tumbuhan pakan ternak unggul mendukung pengembangan kambing boerka di ekosistem kebun jeruk. Seminar NasionalTeknologi Peternakan dan Veteriner. Balai Pengkajian Teknologi PertanianSumatera Utara, Medan. Hal : 579-585
Padmowidjoto, S. 2006. Integrasi Legum Dengan Tanaman Pangan dan Ternak Kambing Dalam Mratani Sistem. Prospect2(2): 1-4



Sumber http://sangkualita.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Laporan Praktikum Teknik Silvikultur Tumpangsari Di Hutan Tanaman Kayu Putih"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel