-->

iklan banner

Laporan Praktikum Dasar-Dasar Dukungan Dan Kesehatan Hutan Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akhir Serangga Hama

Laporan Praktikum Dasar-Dasar Perlindungan Dan Kesehatan Hutan
Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akibat Serangga Hama


Tujuan


  1. Mengenal kerusakan hutan akhir serangan serangga hama penyebab
  2. Mengenal serangga penyebab kerusakan hutan yang menyertai tanda-tanda yang tampak
  3. Mengenal ciri morfologi serangga pada tumbuhan hutan
  4. Dapat membedakan tanda-tanda kerusakan tumbuhan dari hasil hutan yang disebabkan serangga dengan kerusakan yang disebabkan oleh penyebab lainnya

Baca Juga : Laporan Praktikum Dasar-Dasar Perlindungan Dan Kesehatan Hutan Pengenalan Gejala Penyakit Tanaman Oleh Penyakit Abiotik

Dasar Teori 


Kutu Lilin pada Tectona grandis

Hama kutu lilin diketahui memiliki inang lebih dari 50 jenis pohon pinus.Serangga ini menghisap cairan pada batang, pucuk dan pangkal daun pinus  sehingga menghasilkan bercak-bercak lilin yang berwarna putih. Serangan kutu ini menyebabkan tamat hayat pucuk (dieback) secara perlahan, kehilangan dominansi pucuk, distorsi cabang, pertumbuhan terhambat, daun menjadi kecoklatan dan mati, tajuk menipis dan alhasil terjadi tamat hayat pohon (Chilima dan Leather, 2001).

Ngengat pada Gmelina arborea

Seekor ngengat (imago) Xyleutes ceramicus / oleng-oleng (larvanya merupakan penggerek batang Gmelina dan Jati) sanggup bertelur 2 hingga 4 kali selama hidupnya (4 hingga 9 hari) dengan jumlah telur antara 4.000 hingga 12.300 butir, umur telur 12 hari dengan persentase penetasan 75 hingga 90% (Trimurti, 2001).

Hyblea puera dan Eutectona machaeralis pada Tectona grandis

Hama penggerek daun yang sering menyerang ialah dari jenis Euctona machaeralis dan Hyblaera puera. Tanda serangannya ialah daun Jati tidak utuh, berlubang, daun habis disisakan tulang daunnya saja.  Serangan hama ini sanggup menyebabkan pertumbuhan Jati terganggu lantaran daun tidak sanggup berfotosintesa dengan tepat (Tim Penyusun, 2014).


Rayap Basah pada A. mangium

Rayap Basah (Coptotermes curvignathus) dikenal sebagai hama tumbuhan yang utama. Beberapa jenis tumbuhan perkebunan yang banyak diserang hama tersebut ialah pohon kelapa, karet, coklat, dan kelapa sawit. Serangan Coptotermes curvignathus pada tumbuhan kelapa seringkali menyebabkan tamat hayat (Nandika dkk, 2003).

Kutu Loncat pada Lamtoro

Kutu loncat berukuran kecil, sekitar 1-2 mm. lantaran sanggup meloncat dan melenting dengan cepat, hama ini disebut kutu loncat. kutu ini bersayap dua pasang, menyerupai membran dan transparan. sayap depan lebih besar dari sayap belakang, dan warna kuning atau hijau (Pracaya, 1999).

Kutu Tempurung / Coccidae pada Ketapang

Pertumbuhan kelompok serangga kutu tempurung (Coccus viridis) dalam famili coccidae ini dipengaruhi cuaca, populasi tertinggi pada demam isu kemarau. Koloni kutu tempurung lebih banyak di dataran rendah dibanding dataran tinggi (Kalshoven, 1981).


Hama Boktor / Penggerek Batang pada Sengon

Hama Boktor (Xystrocera festiva, ordo Coleoptera) mulai bersarang di batang sengon yang mengalami luka. hama ini bisasanya meletakkan telurnya di celah luka di batang sengon tersebut. kalau batang telah berlubang, kemungkinan telur sudah menetas jadi larva. ciri tumbuhan sengon terjangkit hama boktor ialah adanya serbuk gerek halus pada ulit batang (Mulyana, 2010).


Ulat Kantong pada A. mangium

Ulat Kantong (Pteroma plagiophelps) ini menyerang dengan memakan jaringan daun pecahan bawah, sehingga daun mengering dan layu. serangan yang serius menyebabkan tumbuhan nyaris tanpa daun. ulat kantong ini biasanya aktif pada malam hari (Warisno, 2009).

Daftar Pustaka

Chilima, C. Z and Leather, R. S. 2001. Within-Tree and Seasonal Distribution of Pine Wooly Aphid Pineus boerneri on Pinus kesiya Trees. Agriculture and Forest Entomology, Vol. 3 ISSUE 2 : 139-145.
Kalshoven  LGE. 1981. The Pests of Crops in Indonesia (Revised And Translated by Van Der Laan PA. University of Amsterdam With The Assistance Of G. H. L. Rothschild, CSIRO, Canberra). P.T. Ichtiar Baru-Van Hoeve. Jakarta.
Mulyana, Dadan, dan Ceng Asmarahman. 2010. 7 Jenis Kayu Penghasil Rupiah. Agromedia. Jakarta.
Nandika, D. Rismayadi Y, dan Diba F. 2003. Rayap: Biologi dan pengendaliannya. Muhammadiyah University Press, Surakarta.
Pracaya. 1999. Hama Penyakit Tanaman. Penerbit Swadaya. Jakarta
Tim Penyusun. 2014. Produksi Bibit Jati Unggul. IPB Press. Bogor
Trimurti. 2001. Pengendalian Hayati Hama dan Penyakit Tumbuhan. Andalas University Press, Padang.
Warisno dan Kres Dahana. 2009. Investasi Sengon. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta


Sumber http://sangkualita.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Laporan Praktikum Dasar-Dasar Dukungan Dan Kesehatan Hutan Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akhir Serangga Hama"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel