Laporan Praktikum Pemanenan Hasil Hutan Komposisi Peralatan Pemanenan
Laporan Praktikum Pemanenan Hasil Hutan
Komposisi Peralatan Pemanenan
Tujuan
- Mampu menentukan kebutuhan alat pada satu aktivitas pemanenan.
- Mampu menyusun atau merencanakan komposisi alat dan personil yang sesuai dengan kebutuhan dan sasaran produksi.
Dasar Teori
Sistem pemanenan hasil hutan merupakan subsistem dari sstem pengelolaan hutan. Komponen system pemanenan hasil hutan merupakan tahap-tahap aktivitas pemanenan hasil hutan yang merupakan pendukung utama berlakunya sistem pemanenan hasil hutan. Berikut disampaikan komponen-komponen system pemanenan hasil hutan : Timber cutting, Penyaradan, Loading, dan Houling (Haryanto, 2005).Kegiatan pemanenan juga perlu dilaksanakan dengan memperhatikan aspek ekonomi, ekologi dan sosial dengan tujuan untuk mengoptimalkan nilai hutan, menjaga pasokan untuk industri stabil, meningkatkan peluang kerja, meningkatkan ekonomi local dan regional. Kegiatan ini dibedakan atas empat komponen utama, yaitu :
1. Penebangan, yaitu mempersiapkan kayu menyerupai menebang pohon dan memotong kayu sebelum kayu disarad jikalau dianggap perlu.
2. Penyaradan, yaitu perjuangan untuk memindahkan kayu dari daerah penebangan ke tepi jalan angkutan.
3. Pengangkutan, yaitu perjuangan mengangkut kayu dari hutan ke daerah penimbunan atau pengolahan.
4. Penimbunan, yaitu perjuangan untuk menyimpan kayu dalam keadaan baik sebelum digunakan tau dipasarkan, dalam aktivitas ini termasuk pemotongan ujung-ujung kayu yang pecah atau kurang rata sebelum ditimbun (Elias, 1998).
Peralatan pemanenan berperan penting terhadap kelangsungan aktivitas pemanenan alasannya yaitu sanggup meningkatkan produktivitas dan pendapatan perusahaan. Penggunaan peralatan sangat bervariasi menyerupai system motor, manual dan mekanis. Untuk ketika ini sistem pemanenan yang digunakan memakai alat mekanis menyerupai Harvester, Feller Buncher, Forwarder, Skidder dan sistem kabel, tetapi tidak menutup kemungkinan pada aktivitas pemanenan di hutan skala kecil masih memakai peralatan manual menyerupai : gergaji tangan, kapak, gergaji rantai, sapi dan kerbau. Dengan demikian sanggup dikatakan bahwa untuk kelangsungan dan kelancaran pelaksanaan kegiatan pemanenan kayu terutama penebangan maka penggunaan peralatan yang sempurna sangat diharapkan (Suhartana dkk, 2009).
Alat dan Bahan
- Alat tulis
- Kalkulator
- Microsoft excel
- Target produksi pada suatu perusahaan
- Prestasi kerja masing-masing elemen aktivitas pemanenan
- Spesifikasi alat-alat pemanenan
Cara Kerja
Pertama, memperhatikan sasaran produksi dan sasaran penyelesaian pekerjaan, kemudian memperhatikan prestasi kerja dari masing - masing elemen aktivitas pemanenan, selanjutnya memperhatikan spesifikasi tiap alat yang akan digunakan, membandingjan alat yang ada, kemudian yang terakhir menentukan alat yang sesuai dengan kebutuhan dan bisa menuntaskan sasaran tebangan sempurna waktu.Daftar Pustaka
Elias. 1998. Forest Harvesting Case Study : Reduced Impact Timber Harvesting in the Tropical Natural Forest in Indonesia. FAO. Roma.Haryanto. 2005. Buku Ajar Mata Kuliah Pemanenan Hasil Hutan. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.
Suhartana, S, Yuniawati, dan Rahmat. 2009. Efisiensi Kebutuhan Peralatan Pemanenan Di Hutan Tanaman Industri, Di Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Tropis Borneo No. 26, Edisi Juni 2009.
Sumber http://sangkualita.blogspot.com
0 Response to "Laporan Praktikum Pemanenan Hasil Hutan Komposisi Peralatan Pemanenan"
Posting Komentar