Pengertian Bangsa Berdasarkan Para Ahli
Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli - Hubungan kolaborasi insan yang ada pada suatu tempat akan membentuk suatu masyarakat sehingga kesudahannya akan terbentuk suatu bangsa. Oleh lantaran itu, semua insan yaitu bab dari suatu bangsa. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita mengenal adanya istilah bangsa dan suku bangsa. Kita hidup di masyarakat dan menjadi bab dari suatu bangsa ataupun suku bangsa.
Tentunya bangsa dengan suku bangsa mempunyai perbedaan, dibawah ini akan diuraikan perihal pengertian bangsa berdasarkan para ahli.
1. Pengertian bangsa dikemukakan pertama kali oleh Ernest Renan pada tahun 1882, yang dimaksud dengan bangsa yaitu jiwa, suatu asas kerohanian yang timbul dari :
Menurut teori Ernest Renan, jiwa, rasa, dan kehendak merupakan suatu faktor subjektif dan tidak sanggup diukur dengan faktor-faktor objektif. Faktor agama, bahasa, dan sejenisnya hanya sanggup dianggap sebagai faktor pendorong dan bukan merupakan faktor pembentuk (consttuief element) dari bangsa. Karena merupakan plebisit yang diulangi terus-menerus maka bangsa dan rasa kebangsaan tidak sanggup dibatasi secara territorial lantaran tempat suatu bangsa bukan merupakan sesuatu yang statis, tapi sanggup berubah-ubah secara dinamis, sesuai dengan jalannya sejarah bangsa itu sendiri. Teori Renan perihal nation (waktu itu masih dipakai kata bangsa) dianut dan secara pribadi sebagai tokoh teori nasionalisme menegaskan suatu negara hanya ada lantaran adanya kemauan bersama. Kemauan bersama dibutuhkan semoga semua tempat dari satu negara akan mempunyai imbas dalam komunitas dunia.
Teori Renan menyampaikan bahwa etniksitis tidak dibutuhkan untuk kebangkitan nasionalisme, jadi nasionalisme sanggup jadi dalam suatu komunitas yang multi etnis, persatuan agama juga tidak dibutuhkan untuk kebangkitan nasionalisme. Persatuan bahasa mempermudah perkembangan nasionalisme tetapi tidak mutlak dibutuhkan untuk kebangkitan nasionalisme. Dalam hal nasionalisme, syarat yang mutlak dan utama yaitu adanya kemauan dan tekad bersama.
2. Menurut Otto Bauer, suatu bangsa ialah suatu masyarakat ketertiban yang muncul dari masyarakat yang senasib atau bangsa yaitu suatu kesamaan perangai yang timbul lantaran senasib.
3. Ki Bagoes Hadikoesoemo atau Tuan Munandar lebih menekankan pengertian bangsa pada persatuan antara orang dan tempat.
4. Menurut Jalobsen dan Libman, bangsa yaitu suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan (Politic unity).
5. Menurut Hans Kohn, pengertian bangsa yaitu buah hasil tenaga hidup insan dalam sejarah.
6. Menurut F. Ratzel, bangsa terbentuk lantaran adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul lantaran adanya rasa kesatuan antara insan dan tempat tinggal (geolitik)
Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli
7. Menurut Guibernau, bangsa yaitu negara kebangsaan mempunyai unsur-unsur penting pengikat, yaitu: psikologi (sekelompok insan yang mempunyai kesadaran bersama untuk membentuk satu kesatuan masyarakat – adanya kehendak untuk hidup bersama), kebudayaan (merasa menjadi satu bab dari suatu kebudayaan bersama), teritorial (batas wilayah atau tanah air), sejarah dan masa depan (merasa mempunyai sejarah dan usaha masa depan yang sama), dan politik (memiliki hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri).
8. Rudolf Kjellen menciptakan suatu analogi/membandingkan bangsa dengan suatu organisme biotis dan menyamakan jiwa bangsa dengan nafsu hidup dari organisme termaksud. Suatu bangsa mempunyai dorongan kehendak untuk hidup, mempertahankan dirinya dan kehendak untuk berkuasa.
9. Benedict Anderson menyampaikan bahwa bangsa lebih mengacu kepada pemahaman atas suatu masyarakat yang mempunyai akar sejarah yang sama dimana praxis pengalaman atas penjajahan begitu kental dirasakan oleh masyarakat terjajah dan semakin usang akan semakin mengkristalkan pengalaman atas rasa solidaritas kebersamaan yang tinggi diantara mereka.
Sekian artikel perihal pengertian bangsa yang dikemukakan oleh beberapa para ahli yang mungkin masih ada pengertian-pengertian dari para andal lainnya. Sumber http://indonetedu.blogspot.com
Tentunya bangsa dengan suku bangsa mempunyai perbedaan, dibawah ini akan diuraikan perihal pengertian bangsa berdasarkan para ahli.
1. Pengertian bangsa dikemukakan pertama kali oleh Ernest Renan pada tahun 1882, yang dimaksud dengan bangsa yaitu jiwa, suatu asas kerohanian yang timbul dari :
- kemuliaan bersama di waktu lampau, yang merupakan aspek histories;
- keinginan untuk hidup bersama (le desir de vivre ensemble) di waktu kini yang merupakan aspek solidaritas, dalam bentuk dan besarnya tetap mempergunakan warisan masa lampau, baik untuk kini dan yang akan datang.

Menurut teori Ernest Renan, jiwa, rasa, dan kehendak merupakan suatu faktor subjektif dan tidak sanggup diukur dengan faktor-faktor objektif. Faktor agama, bahasa, dan sejenisnya hanya sanggup dianggap sebagai faktor pendorong dan bukan merupakan faktor pembentuk (consttuief element) dari bangsa. Karena merupakan plebisit yang diulangi terus-menerus maka bangsa dan rasa kebangsaan tidak sanggup dibatasi secara territorial lantaran tempat suatu bangsa bukan merupakan sesuatu yang statis, tapi sanggup berubah-ubah secara dinamis, sesuai dengan jalannya sejarah bangsa itu sendiri. Teori Renan perihal nation (waktu itu masih dipakai kata bangsa) dianut dan secara pribadi sebagai tokoh teori nasionalisme menegaskan suatu negara hanya ada lantaran adanya kemauan bersama. Kemauan bersama dibutuhkan semoga semua tempat dari satu negara akan mempunyai imbas dalam komunitas dunia.
Teori Renan menyampaikan bahwa etniksitis tidak dibutuhkan untuk kebangkitan nasionalisme, jadi nasionalisme sanggup jadi dalam suatu komunitas yang multi etnis, persatuan agama juga tidak dibutuhkan untuk kebangkitan nasionalisme. Persatuan bahasa mempermudah perkembangan nasionalisme tetapi tidak mutlak dibutuhkan untuk kebangkitan nasionalisme. Dalam hal nasionalisme, syarat yang mutlak dan utama yaitu adanya kemauan dan tekad bersama.
2. Menurut Otto Bauer, suatu bangsa ialah suatu masyarakat ketertiban yang muncul dari masyarakat yang senasib atau bangsa yaitu suatu kesamaan perangai yang timbul lantaran senasib.
3. Ki Bagoes Hadikoesoemo atau Tuan Munandar lebih menekankan pengertian bangsa pada persatuan antara orang dan tempat.
4. Menurut Jalobsen dan Libman, bangsa yaitu suatu kesatuan budaya (cultural unity) dan kesatuan (Politic unity).
5. Menurut Hans Kohn, pengertian bangsa yaitu buah hasil tenaga hidup insan dalam sejarah.
6. Menurut F. Ratzel, bangsa terbentuk lantaran adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul lantaran adanya rasa kesatuan antara insan dan tempat tinggal (geolitik)
Pengertian Bangsa Menurut Para Ahli
7. Menurut Guibernau, bangsa yaitu negara kebangsaan mempunyai unsur-unsur penting pengikat, yaitu: psikologi (sekelompok insan yang mempunyai kesadaran bersama untuk membentuk satu kesatuan masyarakat – adanya kehendak untuk hidup bersama), kebudayaan (merasa menjadi satu bab dari suatu kebudayaan bersama), teritorial (batas wilayah atau tanah air), sejarah dan masa depan (merasa mempunyai sejarah dan usaha masa depan yang sama), dan politik (memiliki hak untuk menjalankan pemerintahan sendiri).
8. Rudolf Kjellen menciptakan suatu analogi/membandingkan bangsa dengan suatu organisme biotis dan menyamakan jiwa bangsa dengan nafsu hidup dari organisme termaksud. Suatu bangsa mempunyai dorongan kehendak untuk hidup, mempertahankan dirinya dan kehendak untuk berkuasa.
9. Benedict Anderson menyampaikan bahwa bangsa lebih mengacu kepada pemahaman atas suatu masyarakat yang mempunyai akar sejarah yang sama dimana praxis pengalaman atas penjajahan begitu kental dirasakan oleh masyarakat terjajah dan semakin usang akan semakin mengkristalkan pengalaman atas rasa solidaritas kebersamaan yang tinggi diantara mereka.
Sekian artikel perihal pengertian bangsa yang dikemukakan oleh beberapa para ahli yang mungkin masih ada pengertian-pengertian dari para andal lainnya. Sumber http://indonetedu.blogspot.com
0 Response to "Pengertian Bangsa Berdasarkan Para Ahli"
Posting Komentar