Konfigurasi Elektron
Konfigurasi electron merupakan metode untuk menggambarkan sebaran electron dalam orbital atom berdasarkan tingkat energinya. Pengisian orbital oleh electron mengikuti hukum dengan memperhatikan tiga hal berikut:
1. Prinsip Aufbau
Menurut Aufbau, electron akan menempati orbital dari yang berenergi paling rendah, sampai terisi seluruhnya. Setelah itu electron akan menempati orbital yang mempunyai energi setingkat lebih tinggi, dan seterusnya.
Alur kecenderungan pengisian electron dalam orbital berdasarkan tingkat energy orbital sesuai dengan prinsip aufbau sebagai berikut;
Berdasarkan alur tersebut, urutan tingkat energi sanggup disusun sebagai berikut :
1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d 4p 5s 4d 5p 6s 4f 5d 6p 7s 5f 6d 7p dan seterusnya
Berdasarkan jumlah orbital setiap subkulit (2l+1) dan tiap orbital maksimal terisi 2 buah elektron, maka jumlah elektron maksimal pada tiap subkulit yakni 2(2l+1) sehingga jumlah electron pada subkulit s = 2 p = 6 d = 10 dan f = 14 buah electron.
contoh
a. Penulisan konfigurasi electron berdasarkan tingkat energi
6C = 1s2 2s2 2p2
15P = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p3
Penulisan konfigurasi ion
35Br- = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6
20Ca2+ = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6
b. Penulisan konfigurasi berdasarkan urutan kulit
Penulisan electron didasarkan pada urutan kulit tetapi pengisian elektronnya tetap berdasarkan urutan tingkat energi
35Br = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p5
22 Ti = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d2 4s2
c. Penulisan electron dengan cara penyingkatan
Penulisan electron dengan cara penyingkatan berdasarkan konfigurasi electron gas mulia atau golongan VIII A.
Nomor atom He = 2, Ne = 10, Ar = 18, Kr = 36, Xe = 54 dan Rn = 86
Contoh konfigurasi :
35Br =1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p5 Disingkat :35Br=(Ar)4s23d10 4p5
12Mg = 1s2 2s2 2p6 3s2 Disingkat : 12Mg = (Ne) 3s2
d. penulisan electron berdasarkan kestabilan subkulit d yang terisi penuh atau setengah penuh
Untuk golongan IB dan VI B atau unsure-unsur yang mempunyai orbital d dan f, penulisan konfigurasi elektronnya berdasarkan kestabilan orbital penuh dan setengah penuh., yaitu bila terdapat electron yang jumlahnya kurang satu dari penuh atau setengah penuh terdapat dalam orbital d dan f, maka dibentuk menjadi penuh atau setengan penuh dengan cara mengambil satu electron dari orbital s terdekat.
Contoh ;
Konfigurasi 29 Cu berdasarkan Aufbau = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d9
Konfigurasi 29 Cu berdasarkan kestabilan orbital penuh atau setengah penuh = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1 3d10
2. Aturan Hund
Pengisian electron-elektron pada orbital dikemukakan oleh Hund dengan pengaturan sebagai berikut : Pada orbital yang mempunyai tingkat energi yang sama, mula-mula diisi masing-masing orbital satu elektron dengan arah spin yang sama (misalnya arah ke atas), sesudah semua terisi satu electron gres lalu mengisi orbital dengan electron berpasangan (misal arah ke bawah). Hal ini akan meminimalkan terjadinya tolak-menolak antara electron tersebut
Contoh :
3. Larangan Pauli
Wolfgang Pauli mengemukakan bahwa electron-elektron dalam satu atom dilarang mempunyai bilangan kuantum yang keempat-empatnya sama. Jika ada 2 elektron yang menempati satu orbital berarti akan mempunyai n, l, dan m mungkin sama tetapi niscaya harga s berbeda. Dengan demikian satu orbital hanya sanggup ditempati maksimum oleh dua electron. Sebab kalau electron ketiga dimasukkan, maka electron itu akan mempunyai spin yang sama dengan salah satu electron terdahulu sehingga terjadi tolak menolak antara electron.
Sumber http://sembilandewi.blogspot.com


0 Response to "Konfigurasi Elektron"
Posting Komentar