-->

iklan banner

Program Bimbingan Di Sekolah



Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitcheell  Program Bimbingan di Sekolah

A.    Pengertian Bimbingan di Sekolah
Menurut pendapat Hotch dan Costor yang dikutip oleh Gipson dan Mitcheell (1981) agenda yang menunjukkan layanan khusus yang dimaksudkan untuk membantu individu dalam mengadakan pembiasaan diri. 


Baca Juga :

Program bimbingan itu menyangkut dua faktor, yaitu: 
(1) faktor pelaksana atau orang yang akan menunjukkan bimbingan

(2) faktor-faktor yang berkaitan dengan perlengkapan, metode, bentuk layanan siswa-siswa, dan sebagainya, yang mempunyai kaitan dengan acara bimbingan.


B.     Peranan Guru Dalam Pelaksanaan Bimbingan di Sekolah
Soetjipto dan Kosasi (2009: 107-111) menyatakan bahwa peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan di sekolah sanggup dibedakan menjadi dua: (1) kiprah dalam layanan bimbingan dalam kelas dan (2) di luar kelas.
1.      Tugas Guru dalam Layanan Bimbingan di Kelas
Guru perlu mempunyai citra yang terang ihwal tugas-tugas yang harus dilakukannya dalam acara bimbingan. 

Kejelasan ini sanggup memotivasi guru untuk berperan secara aktif dalam acara bimbingan dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas terlaksananya acara itu.
Perilaku guru sanggup menghipnotis keberhasilan belajar. Oleh sebab itu, guru harus sanggup menerapkan fungsi bimbingan dalam acara belajar-mengajar.

 Sehubungan dengan itu Rochman Natawidjaya dan Moh. Surya dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 108) mengemukakan bebrapa hal yang harus diperhatikan guru dalam proses belajar-mengajar sesuai dengan fungsinya sebagai guru dan pembimbing, yaitu:
a.       Perlakuan terhadap siswa didasarkan atas keyakinan bahwa sebagai individu, siswa mempunyai potensi untuk berkembang dan maju serta mempu mengarahkan dirinya sendiri untuk mandiri.
b.      Sikap yang positif dan masuk akal terhadap siswa.
c.       Perlakuan terhadap siswa secara hangat, ramah, rendah hati, menyenanagkan.
d.      Pemahaman siswa secara empatik.
e.       Penghargaan terhadap martabat siswa sebagai individu.
f.       Penampilan diri secara jago (genuine) tidak berpura-pura di depan siswa.
g.      Kekonkretan dalam menyatakan diri.
h.      Penerimaan siswa secara apa adanya.
i.        Perlakuan terhadap siswa secara permissive.
j.        Kepekaan terhadap perasaan yang dinyatakan oleh siswa dan membantu siswa untuk menyadari perasaannya itu.
k.      Kesadaran bahwa tujuan mengajar bukan terbatas pada penguasaan siswa terhadap materi pengajaran saja, melainkan menyangkut pengembangan siswa menjadi individu yang lebih dewasa.
l.        Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus.

Abu Ahmadi (1977) dalam Soetjipto dan Kosasi (2009: 109) mengemukakan kiprah guru sebagai pembimbing dalam melakukan proses belajar-mengajar, sebagai berikut:
a.       Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan setiap siswa merasa aman, dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapainya menerima penghargaan dan perhatian.
b.      Mengusahakan aagar siswa-siswa sanggup memahami dirinya, kecakapan-kecakapan, sikap, minat, dan pembawaannya.
c.       Mengembangkan sikap-sikap dasar bagi tingkah laris sosial yang baik.
d.      Menyediakan kondisi dan kesempatan bagi setiap siswa untuk memperoleh hasil yang lebih baik.
e.       Membantu menentukan jabatan yang cocok, sesuai dengan bakat, kemampuan, dan minatnya.


2.      Tugas Guru dalam Opersional Bimbingan di Luar Kelas
Tugas guru dalam layanan bimbingan tidak terbatas dalam acara proses belajar-mengajar atau dalam kelas saja, tetapi juga kegiatan-kegiatan bimbingan di luar kelas. Tugas-tugas bimbingan itu antara lain:
a.       Memberikan pengajaran perbaikan (remedial teaching).
b.      Memberikan pengayaan dan pengembangan talenta siswa.
c.       Melakukan kunjungan rumah (home visit).
d.      Menyelenggarakan kelompok belajar, yang bermanfaat untuk:
1)      Membiasakan anak untuk bergaul dengan teman-temannya, bagaimana mengemukakan pendapatnya dan mendapatkan pendapat dari sahabat lain.
2)      Merealisasikan tujuan pendidikan dan pengajaran melalui mencar ilmu secara kelompok.
3)      Mengatasi kesulitan-kesulitan, terutema dalam hal pelajaran secara bersama-sama.
4)      Belajar hidup bersama supaya nantinya tidak canggungdi dalam masyarakat yang lebih luas.
5)      Memupuk rasa kegotongroyongan.


Dari Berbagai Sumber

Sumber http://ikhtisarmateri.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Program Bimbingan Di Sekolah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel