Pemanasan Global : Pengertian, Penyebab, Pengaruh, Dan Cara Mengatasinya
A. Pengertian Pemanasan Global
Pemanasan global (Inggris: global warming) yaitu suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Baca Juga :
B. Penyebab Pemanasan Global
Para ilmuwan mulai menyelidiki pemanasan global yang terjadi semenjak final masa 18. Sebagian besar andal berkesimpulan bahwa acara manusialah yang menjadi penyebab utama meningkatnya pemanasan global yang seringkali dikenal dengan imbas rumahkaca.
Kegiatan insan yang mengakibatkan pemanasan global yaitu pembakaran minyak bumi, kerikil bara, dan gas alam dan pembukaan lahan. Sebagian besar pembakaran berasal dari asap mobil, pabrik, dan pembangkit tenaga listrik.
Pembakaran minyak fosil ini menghasilkan carbon dioxide (CO2), yakni gas rumah beling yang menghambat radiasi panas ke angkasa ruang. Pohon-pohon dan banyak sekali tumbuhan menyerap CO2 cari udara selama proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan.
Pembukaan lahan dengan menebangi pohon-pohon ikut meningkatkan jumlah CO2 lantaran menurunkan peresapan CO2, dan dekomposisi dari tumbuhan yang telah mati juga meningkatkan jumlah CO2.
C. Pengaruh Pemanasan Global
Pemanasan global yang terus menerus sanggup mengakibatkan antara lain:
1. Gangguan kehidupan laut.
Dengan adanya pemanasan global suhu permukaan air maritim menjadi lebih hangat, sehingga meningkatkan tekanan bagi ekosistem maritim menyerupai kerikil karang yang menjadi putih.
Pada proses ini karang-karang melepaskas ganggang yang memperlihatkan warna dan kuliner pada karang, sehingga karang menjadi putih dan mati. Peningkatan suhu air juga membantu membuatkan penyakit-penyakit yang sangat menghipnotis kehidupan mahkluk-mahkluk di dalam laut.
2. Perubahan habitat
Pergeseran secara luas terjadi pada habitat-habitat tumbuhan dan binatang. Beberapa spesies sangat sulit untuk sanggup bertahan di habitatnya sekarang. Beberapa tumbuhan bunga tidak sanggup berbunga tanpa mengalami animo masbodoh yang benar-benar dingin.
Dan acara insan telah mempersulit tumbuhan dan hewan untuk mencapai habitat barunya bahkan tidak memungkinkan bagi tumbuhan dan hewan untuk mencari habitat baru.
3. Gangguan Cuaca
Kondisi cuaca yang ekstrim bisa sering terjadi sehingga lebih menambah daya rusak. Perubahan contoh hujan sanggup meningkatkan banjir dan kekeringan di beberapa daerah. Angin ribut dan angin puting-beliung tropis bisa muncul dengan kekuatan yang lebih besar.
4. Meningkatnya permukaan air maritim
Peningkatan suhu global selama berabad-abad telah mencairkan sejumlah besar es yang melapisi sebagian besar antartika. Akibatnya tinggi permukaan air maritim menjadi naik di seluruh dunia.
Banyak wilayah pantai yang kebanjiran, erosi, hilangnya daratan dan masuknya air maritim ke wilayah air tawar. Peningkatan permukaan air maritim yang tinggi sanggup menenggelamkan kota-kota pantai, negara kepulauan kecil, dan wilayah-wilayah yang tidak dihuni lainnya.
5. Mengancam kesehatan manusia.
Penyakit-penyakit tropis menyerupai malaria dan demam sanggup menyebar kewilayah yang lebih luas. Penderita kanker kulit juga meningkat. Gelombang panas yang terus menerus sanggup mengakibatkan penyakit dan kematian. Banjir dan kekeringan meningkatkan kelaparan dan kekurang gizi.
6. Perubahan hasil panen.
Kanada dan sebagian rusia bisa jadi lebih diuntungkan dengan meningkatnya hasil panen, tetapi peningkatan yang terjadi tidak sebanding dengan kerugian yang disebabkan oleh kekeringan dan kenaikan suhu terutama apabila melebihi beberapa derajad celsius. Panen di wilayah tropis menurun drastis lantaran suhu sedemikian tingginya sehingga tidak sanggup ditolerir oleh tanaman.
D. Mengatasi Pemanasan Global
Para ilmuwan mempelajari cara-cara untuk mengatasi pemanasan global. Kunci utamanya adalah:
1. Membatasi emisi CO2
Tehnik yang efektif untuk membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi minyak sehemat mungkin.
Energi alternatif yang sanggup dipakai diantaranya angin, sinar matahari, energi nuklir, dan panas bumi. Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi energi listrik. Sinar matahari juga sanggup dirubah menjadi energi listrik atau sumber panas yang bisa dimanfaatkan menyerupai pemanas air, kompor matahari, dll.
Energi geothermal bisa dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Sumber energi alternatif memang lebih mahal dibanding energi minyak namun penelitian lebih lanjut akan membantu untuk lebih menekan biaya.
2. Penggunaan minyak bumi secara efisien
Emisi CO2 sanggup dikurangi jikalau mobil-mobil bisa lebih ekonomis materi bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk membuat mesin yang ekonomis materi bakar.
Penemuan-penemuan telah mengembangkan alat untuk menggantikan mesin pembakaran atau memakai mesin yang lebih kecil. Sebuah kendaraan beroda empat dengan tenaga batery listrik telah memasuki pasar, tetapi masih dilengkapi dengan mesin kecil berbahan bakar minyak.
Bahan bakar sel yakni sebuah alat yang bisa merubah energi kimia menjadi energi listrik bisa dikembangkan untuk mobil-mobil di masa depan.
3. Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah karbon dioksida memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada.
Menyembunyikan karbon sanggup dilakukan dengan dua cara:
a. Di bawah tanah atau penyimpanan air tanah
Bawah tanah atau air bawah tanah bisa dipakai untuk menyuntikkan emisi CO2 ke dalam lapisan bumi atau ke dalam lautan. Lapisan bumi yang sanggup dipakai yaitu penyimpanan alami minyak dan gas bumi di tambang-tambang minyak.
Dengan memompakan Co2 kedalam tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Hal ini bisa menutupi biaya penyembunyian karbon. Lapisan garam dan batubara yang dalam juga bisa menyembunyikan karbon dioksida.
Lautan juga sanggup menyimpan banyak karbon dioksida, tetapi para ilmuwan belum sanggup tetapkan pengaruhnya terhapad lingkungan hidup di dalam laut.
b. Penyimpanan di dalam tumbuhan hidup.
Tumbuhan hijau menyerap Co2 dari udara untuk tumbuh. Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen diharapkan untuk membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan.
Setelah tumbuhan mati maka tubuhnya akan terurai dan melepaskan CO2. Ekosistem dengan tumbuh-tumbuhan yang berlimpah menyerupai hutan atau perkebunan sanggup menahan lebih banyak karbon, tetapi generasi insan yang akan tiba harus tetap menjaga ekosistem biar tetap utuh, jikalau tidak maka karbon yang disimpan dalam tumbuhan akan lepas kembali ke atmosfer.
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://merbabu.com/artikel/pemanasan_global.php
https://pixabay.com/en/sustainability-illustration-1140984/

0 Response to "Pemanasan Global : Pengertian, Penyebab, Pengaruh, Dan Cara Mengatasinya"
Posting Komentar