-->

iklan banner

✔ Batuan Pembentuk Permukaan Bumi

Batuan Pembentuk Permukaan Bumi - Berikut ini merupakan pembahasan perihal Batuan Pembentuk Permukaan Bumi, watu konglomerat, pembentukan batuan, jenis batuan, jenis jenis batuan, struktur lapisan bumi, batuan beku, batuan sedimen, batuan sedimen, batuan metamorf, kerak bumi, pola batuan beku, batuan, siklus batuan, pola batuan sedimen.

Bumi tersusun dari tiga lapisan, yaitu kulit bumi, mantel bumi, dan inti bumi. Manusia hidup di permukaan bumi menempati lapisan terluar (kulit bumi) yang sering juga disebut kerak bumi atau litosfer.

Istilah litosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu lithos yang artinya batuan dan sphera yang artinya lapisan. Makara litosfer ialah lapisan bumi paling luar dan terdiri atas batuan.

Dalam pengertian lebih luas, litosfer sanggup berarti seluruh lapisan bumi dari lapisan kerak bumi (crust) hingga ke potongan inti bumi yang cair (molten core), tetapi tidak termasuk hidrosfer dan atmosfer.
Kerak bumi terdiri atas kerak daratan dan kerak lautan dan tersusun dari majemuk batuan dengan ketebalan yang berbeda-beda.

Kerak daratan ialah kerak bumi pada potongan daratan (permukaan bumi di daratan), sedangkan kerak lautan ialah kerak bumi yang menempati dasar maritim (permukaan bumi di dasar laut). Kerak daratan lebih tebal jikalau dibanding dengan kerak lautan.

Secara garis besar batuan di permukaan bumi sanggup dibedakan menjadi tiga menurut proses pembentukannya, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan.

Batuan Beku

  • Batuan beku dalam, yaitu merupakan hasil pembekuan magma di potongan dalam perut bumi, bahkan di dalam dapur magma. Karena proses pendinginan yang terjadi berlangsung sangat lambat, maka dihasilkan hablur mineral yang tepat (teratur). Contoh batuan beku dalam antara lain sienit, granit, diorit, dan gabro.
  • Batuan beku luar, yaitu terbentuk sebab adanya proses pembekuan magma pada permukaan bumi. Biasanya proses pembentukan batuan ini terjadi secara cepat tanggapan penurunan suhu yang mendadak. Contoh batuan beku dalam antara lain obsidian, liparit, trachit, desit, andesit, dan basalt.
  • Batuan beku korok, yaitu terbentuk sebab proses penyusupan magma pada celah-celah litosfer potongan atas dan kemudian membeku. Oleh karenanya, posisi batuan beku korok biasanya bersahabat dengan permukaan bumi. Batuan beku jenis ini juga mengkristal. Beberapa pola batuan beku korok antara lain porfir granit, porfir diorit, dan ordinit.

Di alam, kita sanggup membedakan empat macam batuan beku menurut teksturnya, yaitu sebagai berikut.
  • Batuan granitoid, yaitu semua batuan yang butir-butir mineralnya cukup besar untuk sanggup dikenal denganmata biasa (megaskopis).
  • Batuan felsitoid, (aphanit) yaitu batuan yang tersusun terutama atau seluruhnya atas butir-butir mineral kecil yang hanya sanggup dikenal jikalau dilihat dengan pertolongan lensa berpengaruh (mikroskopis).
  • Batuan gelas, yaitu batuan yang tersusun seluruhnya atau sebagian besar atas materi gelas yang berkilap kaca.

Batuan pecahan (fragment), yaitu batuan yang tersusun terutama atas materi yang dikeluarkan vulkan.

Batuan Sedimen

Batuan sedimen terbentuk dari batuan beku atau zat padat yang mengalami pengikisan di tempat tertentu kemudian mengendap dan menjadi keras.

Batuan sedimen biasanya berlapis-lapis secara mendatar. Di antara batuan ini, seringkali ditemukan fosil-fosil.

Batuan sedimen sanggup dibagi menurut proses pembentukannya, yaitu sedimen klastis, kimiawi, dan organik.
  • Batuan sedimen klastis terbentuk sebab pelapukan atau pengikisan pada pecahan batuan atau mineral, sehingga batuan menjadi hancur atau pecah dan kemudian mengendap di tempat tertentu dan menjadi keras. Susunan kimia dan warna batuan ini biasanya sama dengan batuan asalnya. Contoh batuan sedimen klastis antara lain watu konglomerat, watu breksi, dan watu pasir.
  • Batuan sedimen kimiawi terbentuk sebab pengendapan melalui proses kimia pada mineral-mineral tertentu. Misalnya, pada watu kapur yang larut oleh air kemudian mengendap dan membentuk stalaktit dan stalagmit di gua kapur. Contoh batuan sedimen kimiawi lainnya ialah garam.
  • Batuan sedimen organik atau batuan sedimen biogenik terbentuk sebab adanya sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami pengendapan di tempat tertentu. Contohnya, watu karang yang terbentuk dari terumbu karang yang mati dan fosfat yang terbentuk dari kotoran kelelawar

c. Batuan Malihan (Metamorfosis)

Batuan malihan terbentuk dari batuan beku atau batuan sedimen yang telah berubah wujud. Karena itu, batuan malihan disebut juga batuan metamorfosis.

Batuan malihan sanggup dibagi menurut proses pembentukannya, yaitu sebagai berikut.

  • Batuan malihan kontak, yaitu terbentuk sebab adanya pemanasan atau peningkatan suhu dan perubahan kimia sebab intrusi magma. Contohnya, watu marmer yang berasal dari watu kapur.
  • Batuan malihan dinamo, yaitu terbentuk sebab adanya tekanan yang besar disertai pemanasan dan tumbukan. Tekanan sanggup berasal dari lapisan-lapisan yang berada di atas watu dalam jangka waktu lama. Contohnya watu sabak yang berasal dari tanah liat. Contoh lainnya batubara yang berasal dari sisa-sisa jasad binatang dan flora di kawasan rawa-rawa (tanah gambut).
  • Batuan malihan thermal-pneumatolik, yaitu terbentuk sebab adanya zat-zat tertentu yang memasuki batuan yang sedang mengalami metamorfosis. Contohnya, watu zamrud, permata, dan topaz.



Sumber http://ofteachers.blogspot.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "✔ Batuan Pembentuk Permukaan Bumi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel